Tampilkan postingan dengan label Soft News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soft News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2010

Di PHK, Karyawan Unjuk Rasa

TEMANGGUNG, (9/04) Demo yang terjadi di depan tempat penyimpanan tembakau gudang garam kembali terjadi. Hal ini disebabkan karena terjadi pemecatan besar besaran.

Menurut salah seorang karyawan penyimpanan tembakau Gudang Garam, Sutarno (38) mengatakan PHK yang dilakukan Gudang Garam sangat tidak beralasan, karena hanya menyangkut masalah uu tentang haramnya merokok. Perwakilan dari pihak Gudang Garam membenarkan adanya PHK yang dilakukan oleh pihak pabrik, hal ini dilakukan karena produksi rokok yang dibuat oleh PT. Gudang Garam Tbk diturunkan sehingga pihak pabrik tidak ingin mengambil resiko dengan mempertahankan karyawan yang terlalu banyak jumlahnya.

Karyawan yang merasa dirugikan meminta pihak Gudang Garam mempertimbangkan kembali masalah PHK yang akan dilakukan. Para karyawan ini mengaku bahwa hanya inilah mata pencaharian yang menghidupi keluarga mereka. Mereka juga menilai pihak pabrik terlalu buru buru dalam mengambil keputusan untuk memecat karyawannya.

Pihak Gudang Garam berjanji untuk memenuhi tuntutan mereka dengan mengirim utusan ke PT. Gudang Garam Tbk pusat untuk membicarakan masalah ini.

Demo ini bisa di lerai setelah perwakilan dari pihak PT. Gudang Garam Tbk menemui para demonstran dan memenui tuntutan yang dilayangkan oleh karyawannya.

Herdyan Vandra W (153080196) kelas F


Open Studio Wayang Ukur



Yogyakarta, pertunjukkan tarian wayang orang yang kemudian dilanjutkan dengan melukis model dari penari wayang orang tesebut merupakan rangkaian acara mengenang almarhum mbah Kasman, Minggu ( 11/4 ). Acara Opening Studio Wayang Ukur ini dimaksudkan untuk melestarikan keberadaan wayang ukur yang direncanakan akan dibuka untuk umum setiap harinya secara geratis.
Dalam serangkaian acara wayang ukur ini juga bertujuan untuk mengenalkan kembali sosok almarhum mbah Kasman yang merupakan sosok maestro wayang ukur yang membela dan melestarikan wayang kulit dan wayang orang semasa hidupnya.
Pertunjukkan tarian wayang orang yang dimainkan oleh 4 orang ini, 3 diantaranya adalah wanita. Setelah pertunjukkan tarian tersebut selesai, kemudian dilanjutkan dengan sesi melukis model dari 3 penari wayang orang.
Peserta melukis model kebanyakan adalah seorang seniman yang dari berbagai kalangan. Mereka diberi pilihan 3 model untuk dilukis. Menarik, dua diantara model tersebut berasal dari jepang. Namun mereka telah lama tinggal di Yogya dan belajar tarian jawa serta wayang ukur.
Keberadaan wayang ukur sudah berlangsung lama dan dikenal hingga di beberapa negara. Salah satu diantaranya adalah belanda. “Mereka mempunyai foto atau video dokumentasi pertunjukkan wayang ukur yang kemudian dijadikan koleksi di negaranya,” ujar Nanang, salah satu panitia acara.
Studio wayang ukur ini dibuka setiap hari dan untuk umum. Pertunjukkan wayang ukur direncanakan akan dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk lebih melestarikan keberadaan wayang ukur. “Kita bisa belajar dan mengenal lebih dalam tentang wayang ukur dan sejarahnya secara geratis,” tambah Nanang.

Yuliani Noorsafitri ( 153080190 )

Dampak Munculnya Poker

Saat ini begitu banyak game online yang tersedia di internet salah satunya Texas Holdem Poker. Dengan adanya poker ini maka minat untuk menggunakan facebook bertambah. Namun poker juga dapat menjadi ajang bisnis yang mungkin keuntungannya tidak sedikit. Texas Holdem Poker juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Tidak hanya dari kalangan pemuda saja, tetapi orang tua dan anak-anak pun juga mengaksesnya. Munculnya poker berdampak pada seseorang, mereka tidak dapat memanfaatkan waktu untuk hal yang lebih penting,seperti di ungkapakan Eko, “saya semenjak mengenal poker ini sering lupa waktu sampai-sampai kuliah pun terbengkalai, karena setiap malam saya selalu online hingga pagi hari”.

Pada umumnya banyak seseorang dapat memperoleh chips dengan cara menjebol account yang digunakan untuk mendapatkan chips, padahal bisa dikatakan itu pekerjaan dua kali. karena bagaimanpun kita harus menghack sebuah account terlebih dahulu kemudian memindahkan chips tersebut ketempat kita atau merubah account yang dijebol tadi menjadi account kita. Hal ini berpengaruh terhadap moral sehingga menyebabkan seseorang suka berbohong kemudian menipu yang akhirnya mencuri.

Ciska Permatasari ( 153080200 )

KEMBALINYA WAYANG UKUR BISMA MAHA WIRA

Pertunjukan Wayang Ukur yang diselenggarakan pada Sabtu Malam ( 10/4 ) di Pondok Seni Wayang Ukur, Mergangsan Kidul Yogyakarta mengangkat lakon Bisma Maha Wira. Pertujunkan ini dibawakan dengan versi baru oleh tiga dalang muda, Ki Catur Banyek Kuncoro, Ki Suharno dan Ki Nanang Kancil. Acara ini sekaligus merupakan pembukaan kembali /launching Pondok Seni Wayang Ukur Sukasman setelah sempat terhenti dan vakum dari aktivitasnya selama beberapa waktu sepeninggal perintisnya, Ki Sigit Sukasman. Berbagai perhelatan kesenian, terutama menyangkut karya-karya almarhum, akan digelar selama sepekan mulai tanggal 10 April 2010.
Ki Nanang Kancil mengatakan Wayang Ukur versi baru yang berdurasi 90 menit ini memang lebih singkat dari aslinya, karena telah dimodifikasi oleh generasi penerusnya sedemikian rupa dan dikemas dengan sentuhan teknologi tanpa mengurangi sisi keasliannya agar memikat masyarakat, terutama dengan sentuhan teknologi cahaya. Dahulu pementasan Wayang Ukur generasi Mbah Kasman, dari ide cerita, tata lampu dan lain dipegang sendiri oleh Mbah Kasman dan berdurasi 3 jam, kini sudah dibuat pembagian peran dan waktunya dipersingkat.
Menurut Ki Suharno menjelaskan pada 1990-an, perkembangan wayang di Yogyakarta sangat pesat dengan dalang muda yang punya kreatifitas, namun Wayang Ukur punya daya tarik tersendiri. Berbagai macam jenis kayon/gunungan juga lahir di tangan Mbah Kasman, padahal karya-karya ini banyak diadopsi para seniman wayang dengan mengambil coraknya. "Saya merasa bertanggung jawab dengan keberadaan wayang ukur dan pelestariannya serta sangat merasa bangga bisa memainkan dan merasa tertantang bagaimana Wayang Ukur bisa dieksplorasi lebih luas lagi," katanya.
Bagi generasi muda pertunjukan ini ingin mengenalkan lembali sosok maestro Wayang Ukur, Almarhum Ki Sigit Sukasman atau Mbah Kasman yang selama ini membela dan melestarikan perpaduan wayang kulit dan wayang orang semasa hidupnya. "Kehadiran dan keterlibatan masyarakat umum ini cukup penting dan mendesak sifatnya karena, publik secara luas belum mengenal jauh sosok Ki Kasman dan apa saja kontribusi yang telah beliau berikan pada kesenian dan kebudayaan. Terbatas para pihak yang mengenal hasil-hasil eksperimen dan temuan-temuannya selama masa hidup almarhum khususnya menyangkut seni pewayangan," kata Nanang.

Fanindya Tustria P ( 153080199 )